Cosplay
Zuzu saat kami wawancarai di J-Cafest UMN
Ponimu Nawala Karsa Promo

SERPONG –  J-Cafest: Explore Japan yang dilaksanakan di gedung D UMN pada 30 November – 1 Desember 2018 nampak meriah, dengan mengusung tema Explore Japan, dimana masing masing tenant dan stand menampilkan nuansa prefektur Jepang seperti Tochigi, Saitama, Tokyo dan lainnya.

Zuzu: Perbanyak Prestasi, Agar Kita Yang Dicari, Bukan Mencari
Salah satu Booth yang mewakili prefektur di Jepang

Acara J-Cafest yang dihelat oleh UKM budaya jepang J-Cafe dari Universitas Multimedia Nusantara diisi lomba karaoke, cosplay competition dan penampilan idol sebagai penutup acara yang semakin memeriahkan perhelatan event.

Zuzu: Perbanyak Prestasi, Agar Kita Yang Dicari, Bukan Mencari
Salah satu peserta Karaoke menyanyikan lagu [Sensei Anone] yang merupakan Theme Song Platelet dari Hataraku Saibo
Salah satu yang menarik perhatian adalah lini dari juri di masing masing bidang: Zuzu dan Shiruman Tsurigara sebagai juri Karaoke, Maximilian Fansyuri sebagai juri Comic Strip, dan Yukitora Keiji serta Yagaichi sebagai juri Cosplay Competition.

Zuzu: Perbanyak Prestasi, Agar Kita Yang Dicari, Bukan Mencari
Sesi Wawancara

Kami telah mewawancari Zuzu; salah satu juri karaoke yang siap berbagi pengalamannya dalam bercosplay dan juga pengalaman menjadi juri.

Setelah melakukan sesi photoshoot dan penjurian, akhirnya penulis mendapat kesempatan mewawancarainya. Silahkan dinikmati transkrip wawancara dibawah.

 

Transkrip

Faikar Khalid, Pewawancara dan Penulis Artikel (FK)
“Cosplaynya udah berapa lama sih? Dari awal kenal cosplay hingga sekarang?”

Zuzu, Narasumber (Zuzu)
“Kalau untuk kenal cosplay itu udah lama, cuma untuk memberanikan diri mengcosplaykan suatu karakter itu tahun 2014, Februari”

FK: “Dulu masih sekedar costest atau gimana?”

Zuzu: “Dulu itu masih nyoba-nyoba. Langsung turun juga.”

FK: “Wah menarik berarti. Sama satu yang menarik. Tentang juri ini, baru baru ini jadi juri. Sebenernya udah berapa lama sih?”

Zuzu: “Ngejuri ini masih terbilang baru ya. Baru tahun ini, dan Alhamdulillah, tawaran jadi juri banyak”

FK: “Oh iya. Tawaran juri ini datang dari mana aja sih?”

Zuzu: “Iya. Biasanya dateng dari orang, yang belum kenal tiba tiba menghubungi, memperkenalkan diri buat minta jadi juri, kadang ada yang ngeliat sendiri aku perform cosplay gimana. Sering menjuarai beberapa cosplay. Sering ketemu, sering lihat kalau aku bisa. Juga bisa menjuarai lomba”

FK: “Menarik berarti karena kekuatan koneksi itu sendiri yang secara gak langsung memperkenalkan kita juga”

 

Baca Juga Artikel Berikut!  Dies Irae: Kala Hat-Trick Famili Meneror Gereja di Surabaya

Tentang Penjurian

FK:“Tentang ngejuri, parameter apa aja sih yang menjadi aspek penjurian, misalkan sekarang juri lomba karaoke, parameter yang menjadi penilaian juri apa aja?”

Zuzu: “Kalau misalkan ngejuri seperti itu, kurang lebih sama. Kadang ada juri yang punya penilaian sendiri, kadang ada juri yang memperhatikan. Kalau dari aku sih lebih ke memberi semangat ke peserta ya. Jadi pas nyanyi ada yang kurang pede, ya aku bantu semangatin”

FK: “Iya, kemudian lanjut, apa sih yang membuat mbak Zuzu ini menikmati sebagai juri? Soalnya diliat dari setiap debut ngejuri, kayaknya menikmati sekali”

Zuzu: “Sebenarnya enak banget ya ngejuri, karena pasti duit. Kedua, pastinya pengalaman. Di mata orang pasti melihat, ‘wah ini orang sudah sering menjuri. Pasti punya latar belakang yang bagus’. Gak mungkin kan asal jadi juri begitu saja”

FK: “Untuk juri kan partnernya sama Shiroman. Biasanya di tempat penjurian, partnernya siapa aja, atau mbak Zuzunya bisa request partner jurinya siapa dari pihak eventnya?”

Zuzu: “Kalau itu, aku pribadi tergantung dari eventnya. Kalau partnernya siapa, aku gak masalah. Karena itu dari pihak iklan. Jadinya aku gak masalah, sebagai juri juga aku nerima, asal positif.

FK: “Oke. Andai dapat kesempatan buat milih, mbak Zuzu mau milih sama siapa?”

Zuzu: “Maunya sama Kumaki (Sambil tertawa). Selebihnya bebas”

FK: “Sama, untuk event sering diundang di event seperti apa?”

Zuzu: “Yang pasti event jejepangan, di kampus, sekolahan, di mall juga. Opening Ceremony bisa”

FK: “Iya. Terakhir, ada gak saran buat peserta biar bisa dapat perhatian juri bagaimana?

Baca Juga Artikel Berikut!  Masaaki Yuasa, Sutradara 'Devilman Crybaby' Garap Film Anime Baru

Zuzu: “Kalau sesuai pengalaman aku ya, awal awal kita lomba sebagai orang awam. Coba aja, dibikin pede. Yang penting kita terus mengasah skill, percaya diri. Urusan kostum bisa pelan pelan. Aku juga dulu kayak gitu. Tapi semakin kesini makin banyak pengalaman.

FK:”Ada lagi?”

Zuzu: “Sama suka minta saran ke juri juri. Sama aku kan condong ke perform aksi ya. Jadinya sering ngelatih cara catwalk gimana, cara perform gimana. Tapi ya ujung-ujungnya aksi”

FK: “Jadi udah bawaan ya”

Zuzu: “Iya. Nanti diliat orang, wah ni orang cocok jadi juri. Tapi jangan sombong ya”

FK: “Sama kalau mau debut jadi juri, tipsnya apa saja biar bisa jadi juri yang baik”

Zuzu: “Tetap kasih semangat ke peserta. Dan juga tetap melatih diri”

FK: “Oke mbak, sebagai pertanyaan terakhir. Ada kata motivasi gak buat cosplayer?”

Zuzu: “Ada donk. Maju ya, tetap semangat, jangan putus asa. Terkadang memang ada rasa berhenti karena dicibir orang. Itu salah kalau berhenti karena cibiran orang. Yang cosplay kan kamu. Juga, terus improve dan belajar dari senior, jangan takut. Kapan mau maju kalau pikirannya gitu terus”.


Dan percakapan itu mengakhiri sesi wawancara saya dengan Zuzu. Dan semoga dunia cosplay dan juri semakin membaik kedepannya.