Ponimu Nawala Karsa Promo

TOKYO, Jepang – Pada hari Sabtu (1/12) pukul 10 JST, Jepang menjadi negara pertama yang menyiarkan siaran 4K, serta siaran 8K perdana di dunia. Ini dibuktikan dengan kehadiran kanal televisi NHK BS8K, yang dikelola oleh NHK (日本放送協会 Nippon Hōsō Kyōkai) dalam launching hari ini yang juga diikuti oleh sejumlah televisi swasta Jepang lainnya.

Acara launching tersebut dihadiri oleh sejumlah tamu seperti aktris Kyoko Fukada, menteri komunikasi Jepang Masatoshi Ishida, presiden dari NHK Ryoichi Ueda, dan presiden dari Asosiasi Penyiaran Publik Nasional dan Penyiaran Komersil Jepang Yoshio Okubo.

“Kami bertekad untuk menghadirkan siaran televisi berkualitas tinggi di tahun 2020,” ujar Ueda, yang kami lansir dari The Japan News. “Untuk menyukseskan siaran format 4K dan 8K, kami perlu membuat program yang menarik,” kata Okubo.

Terdapat sekitar 17 kanal siaran televisi berformat 4K dan 8K di Jepang, dengan NHK sebagai televisi pertama yang bersiaran dalam format yang disebut 16 kali lebih jernih dibandingkan dengan siaran Full HD biasanya.

Baca Juga Artikel Berikut!  Road To Boruto, Elex Media Komputindo Akan Menerbitkan Komik Naruto Gaiden

Dalam rangka perayaan launching tersebut, NHK BS8K dikabarkan akan menayangkan ‘2001: Space Odyssey’ karya Stanley Kubrick. Alasannya? Agar para pemirsa NHK dapat menikmati ‘karya film bersejarah’ tersebut dalam format 4K. Film ini sendiri pada masanya, direkam menggunakan rol film 70mm, berbeda denngan film lainnya yang ada pada era tersebut yang menggunakan rol film 35mm.

NHK sendiri telah melakukan eksperimen mengenai format siaran kualitas tinggi tersebut di tahun 1995, dengan codename Super Hi-Vision, yang merupakan penerus dari Hi-Vision yang telah diimplementasikan dalam televisi digital mereka.

Siaran 8K: Mengejar Tokyo 2020, Belum Tentu Untung!

Video diatas merupakan rekaman selama 28 menit pasca NHK BS4K dan NHK8K diluncurkan. NHK memperkenalkan format 4K melalui acara ini.


Siaran Televisi dalam format 4K ini telah lama didorong oleh pemerintah Jepang guna menyukseskan gelaran Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020. Walaupun kemungkinan konten yang akan dihadirkan saat gelaran tersebut lebih sedikit dari yang direncanakan.

Selain itu, launching siaran ini nampaknya akan menguntungkan berbagai perusahaan elektronik di Jepang. Misalnya Sharp, yang telah memasarkan televisi format 8K dengan penangkap sinyal bawaan pada bulan November lalu, dengan ukuran terkecilnya yaitu 60-inch dengan harga 750,000 yen, atau sekitar 94 juta rupiah.

Baca Juga Artikel Berikut!  Serba - Serbi Sinetron Religi : “Adegan Nirnalar, Bikin Gusar, Tapi Banyak Penggemar”

Selain televisi, diperkirakan antena dan receiver khusus akan mendatangkan keuntungan pasca diresmikannya siaran format 4K tersebut.

Namun, nampaknya perkiraan tersebut belum tentu benar. Pasalnya, berdasarkan data penjualan, perangkat televisi format 4K hanya terjual sampai 5,05 juta unit per akhir September lalu. Itu artinya, hanya sekitar 10 persen dari total rumah tangga di Jepang yang menyaksikan siaran dalam format tersebut.

Menurut survei yang dilakukan oleh A-PAB (sebuah asosiasi yang mengepalai perkembangan teknologi penyiaran di Jepang) pada bulan September, hanya 19 persen responden yang tahu bahwa siaran 4K dan 8K akan diluncurkan pada awal Desember ini.