Ennichisai
Tema Ennichisai 2019 diumumkan (Foto: Naufal)

Pada Minggu (10/3) kemarin, Nawala Karsa berkesempatan untuk menghadiri acara media gathering yang dilaksanakan oleh para panitia inti acara Ennichisai.

Acara bertempat di lantai dua gedung Summitmas 1, lebih tepatnya di aula Japan Foundation (lembaga pendidikan dan kebudayaan Jepang di Indonesia). Tujuan dari acara media gathering ini, tak lain dan tak bukan, adalah sebagai peringatan ulang tahun gelaran Ennichisai dan juga sosialisasi untuk acara Ennichisai tahun ini.

Acara dibuka dengan penampilan wadaiko, atau pertunjukan drum tradisional Jepang, oleh tim Benten. Penampilan yang dibawakan dengan energik dan penuh semangat membuat penonton terpukau. Setelah penampilan wadaiko, barulah satu demi satu panitia inti Ennichisai menjelaskan informasi umum tentang gelaran ini, termasuk apa saja yang ada di dalamnya, dan apa yang membuat Ennichisai begitu berarti bagi baik masyarakat Jepang dan juga masyarakat Indonesia.

Nah, untuk itu, kami sudah merangkum sejumlah informasi yang diberikan oleh panitia. Perhatikan baik-baik, ya!

Ada apa saja di Ennichisai tahun ini?

Siap-Siap, Gelaran Matsuri Ennichisai 2019 Akan Segera Dimulai!

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ennichisai akan memperlihatkan kebudayaan Jepang bagi para masyarakat Indonesia. Kebudayaan Jepang itu dapat berupa kesenian tradisional, maupun pertunjukan pop culture dari Jepang sendiri yang sudah dikenal di Indonesia, seperti idol, band, kompetisi cosplay, dan lain-lain. Semua pertunjukan tersebut dapat dilihat di beberapa panggung yang sudah disiapkan.

Pertama, ada M Stage (Main Stage), yang akan menjadi tempat gelaran kesenian tradisional Jepang, seperti yosakoi, taiko, mikoshi (semacam ogoh-ogoh khas Jepang), dan lain-lain. Di sisi lain, akan ada P Stage (Pop Stage) yang memuat pertunjukan pop culture dari Jepang, seperti kompetisi cosplay, band, dan idol, termasuk JKT48 dan Jakarta Keion Club.

Berbeda dari dua panggung sebelumnya yang terletak di sekitar blok M, ada panggung yang terletak di lantai dasar (basement) dari mall Blok M Plaza, yaitu Chika Stage. Panggung yang sempat diberi nama Mini Stage ini akan menampilkan perpaduan dari kebudayaan tradisional dan modern dari Jepang, seperti idol group, band, yosakoi, dan berbagai pertunjukan dari komunitas dan pecinta kebudayaan Jepang.

Baca Juga Artikel Berikut!  Indonesian Choice Award, Meriah dan Unik!

Oh ya, tema besar dari gelaran Ennichisai tahun 2019 adalah Danketsu (団結), yang berarti Unity atau Persatuan. Melihat dari gelaran tahun lalu, gelaran Ennichisai dapat menjadi sukses karena ada persatuan dan kolaborasi antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang, baik yang berpartisipasi sebagai pengisi acara maupun penonton atau panitia. Oleh karena itu, persatuan itu ingin diangkat lebih lagi lewat gelaran tahun ini.

Sebagai informasi saja, yang membedakan acara festival kebudayaan Ennichisai dan juga Jak-Japan Matsuri, salah satu festival kebudayaan Jepang lainnya di Jakarta, adalah Ennichisai merupakan acara yang diselenggarakan oleh pihak swasta (pribadi), dan bukan atas kerjasama dengan pihak pemerintah. Oleh karena itu, Ennichisai membutuhkan partisipasi dari banyak pihak, salah satunya dengan relawan atau volunteer.

Para relawan akan dibagi berdasarkan beberapa bidang, seperti ticketing, keamanan, hingga relawan bidang kebersihan. Detail akan diberikan selanjutnya. Jadi, bagi kalian yang ingin menjadi relawan dari acara ini, jangan lupa untuk pantau terus media sosial Ennichisai, ya!

Sponsor, Booth, dan Donasi

Siap-Siap, Gelaran Matsuri Ennichisai 2019 Akan Segera Dimulai!
Paket Bronze untuk Booth Ennichisai 2019

Seperti festival-festival lainnya, acara Ennichisai tidak akan ramai tanpa adanya sponsor dan juga donasi. Setiap tahun, Ennichisai selalu mempunyai sponsor dan juga ada donasi, baik dari pribadi maupun dari perusahaan.

Untuk gelaran tahun ini, pihak panitia Ennichisai menawarkan paket Bronze, yaitu pihak sponsor harus membayar biaya sejumlah Rp 25 juta. Nantinya, pihak sponsor akan mendapat booth khusus di gelaran Ennichisai, dan akan mendapat shout-out di akun media sosial Ennichisai dan oleh MC saat acara berlangsung di stage.

Sementara itu, mengenai booth, akan ada dua jenis booth yang ditawarkan di Ennichisai, yaitu booth makanan (regular food booth) dan booth non-makanan (non-food booth). Biayanya juga berbeda; bagi yang ingin membuka booth makanan, diharuskan membayar biaya sejumlah Rp 9 juta, sementara bagi booth non-makanan biayanya adalah Rp 7 juta.

Baca Juga Artikel Berikut!  Segera di Netflix! Cowboy Bebop Akan Dibuat Live Actionnya!

Meski begitu, tipe booth yang disediakan akan memiliki ukuran yang sama. Tiap booth yang disediakan memiliki spesifikasi ukuran 3 meter x 3 meter, dan akan disediakan pula satu buah meja berukuran 120 cm x 80 cm, dua buah kursi, serta aliran listrik 2A bagi tiap booth nantinya.

Secara keseluruhan, terdapat kurang lebih 120 booth yang tersedia, dan 50 di antaranya akan disiapkan untuk sponsor acara. Untuk kalian yang ingin jadi sponsor atau membuka booth di Ennichisai 2019 nanti, harap diingat bahwa registrasi hanya akan dilaksanakan dua kali di tanggal terpisah, yaitu Jumat, 5 April 2019, dan Jumat, 3 Mei 2019, dan juga Ennichisai hanya melayani registrasi on the spot, yaitu di kantor sekretariat Ennichisai Blok M. Untuk informasi lebih lanjut, bisa juga menghubungi website Ennichisai, www.ennichisaiblokm.com.

Mengenai donasi, baik dari pihak pribadi maupun perusahaan dipersilahkan untuk memberikan donasi bagi acara ini. Nantinya, pihak donatur akan mendapat bonus pajangan nama di area stage (berupa spanduk), serta akan mendapat shout-out juga dari MC di panggung acara beserta dengan nominal donasi yang diberikan.

Kira-kira, seperti itulah teknis dari acara Ennichisai tahun 2019 ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ennichisai akan diselenggarakan di blok M selama dua hari, yaitu tanggal 22 dan 23 Juni 2019 mendatang. Jadi, jangan sampai lupa, ya!

Sampai berjumpa di Ennichisai 2019!


 

Revisi (14/3): Kami merevisi lokasi pendaftaran on the spot booth Ennichisai 2019. Lokasi yang benar adalah Kantor Sekretariat Ennichisai Blok M, dan bukan kantor The Japan Foundation.