SBS-in
SBS-in (SBS Indonesia)
Ponimu Nawala Karsa Promo

JAKARTA – Penyiaran di Indonesia tidak hanya dihiasi oleh televisi terestrial yang bersiaran melalui siaran analog dan digital. Namun juga didampingi oleh televisi satelit yang bersiaran melalui satelit kebanggaan Indonesia yakni Palapa D dan Telkom 3S. Diantaranya banyak bersegmentasi khusus seperti segmen hiburan umum, anak-anak, shopping, keagamaan, dan lain-lain. Contoh televisi satelit yang masih bertahan maupun tidak yakni HiIndo!, K-Drama, PramborsTV, SBSin, PijarTV, MatrixTV, dan lain-lain.

Sejarah LBS TV

LBS
Lejel Broadcasting System (LBS)

Lejel Broadcasting System (LBS TV) adalah pemain lama di penyiaran televisi satelit Indonesia. Hadir dengan berbagai macam channel dengan berbagai segmentasi yang masih beroperasi maupun tidak yakni Arjuna TV, K-DramaLBS TV Mix, LBS TV C-Drama, LBS TV Music, LBS TV A-Movie, Aula Channel, Sinema Indonesia, dan juga termasuk SBSin. Terbentuk pada tahun 2009 dan dimiliki oleh Lejel Group, dan hingga saat ini memiliki 3 channel yakni K-Drama, Sinema Indonesia, dan SBSin.

SBS-in Mulai Masuk Ke Pasar Penyiaran Indonesia

SBS-in hadir sebagai pelengkap televisi satelit yang bersegmentasi hiburan umum khas Korea Selatan. Hadir bersiaran di wilayah Indonesia pada tanggal 27 Maret 2017 untuk para penggemar negara Korea Selatan, bekerjasama antara SBS dan Lejel Broadcasting System. Melalui satelit Palapa D, SBSin mengudara dengan kualitas High Definition (HD) di frekuensi 3880 H 29900 dan gratis. Menghadirkan berbagai macam hiburan yang hanya bisa didapatkan di televisi berbayar yakni Running Man, K-Pop Show, Style Follow, dan beberapa drama Korea terbaru. Untuk menemani siaran SBS-in, Lejel juga menghadirkan channel SBS Shop untuk menopang modal channel bersegmentasi Korea ini untuk bersiaran.

View this post on Instagram

🚨🚨

A post shared by SBS-IN (@sbsin.kor) on

Dan kini mulai 1 Desember 2018, channel besutan SBS ini hanya bisa disaksikan di televisi berbayar milik Chairul Tanjung, TransVision. Hal ini membuat para penggemar channel ini kecewa karena hilangnya siaran favorit mereka di parabola yang gratis tanpa perlu berbayar. Beberapa komentar para penggemar di media sosial SBS-in ingin melakukan ‘boikot’ ke seluruh media sosial channel ini.

Pendapat dari penulis atas SBS-in yang menjadi channel premium ini dikarenakan finansial dari channel ini untuk mengudara kurang cukup dari Lejel sebagai pemilik siaran. Sehingga membuat channel ini menjadi channel premium di televisi berbayar TransVision untuk menopang finansial untuk terus mengudara.

Mungkin pendapat saya tidak sesuai dengan pikiran anda, sila komentar pendapat anda di bawah kolom komentar.