Tonggak Sejarah MRT Jakarta
MRT Jakarta

Jakarta, 9 Januari 2018. Mulai hari ini, akan dilakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (Lalin) terkait pembongkaran Traffic Decking pada area konstruksi Stasiun MRT Bendungan Hilir. Tepatnya di area pintu masuk sebelah timur Stasiun Bendungan Hilir yang terletak di depan Gedung Sampoerna Strategic. Kegiatan pembongkaran ini membutuhkan area kerja sehingga akan dilakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada tanggal 10 – 16 Januari 2019. Adapun Manajemen Rekayasa Lalu Lintas area tersebut sebagai berikut:

  1. Pengurangan jumlah lajur di Jalan Jenderal Sudirman menjadi 3 lajur (2 lajur reguler + 1 lajur mixed TransJakarta dan reguler) arah ke Blok M di depan gedung Sampoerna
    Strategic Square; sepanjang 100 meter.
  2. Penutupan akses dari Jalan Prof. DR. Satrio ke Jalan Jenderal Sudirman di samping Gedung Sampoerna Strategic. Untuk sementara, masyarakat yang berkendara dari Jalan Dr Satrio menuju arah Blok M dapat menggunakan rute alternatif Jalan Masjid Hidayatullah atau Jalan Karet Sawah menuju jalan di samping Plaza Sentral.
[Siaran Pers] Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Stasiun MRT Bendungan Hilir
Ilustrasi perkiraan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas. Area merah merupakan area kerja (pengurangan lajur). Jalur hijau merupakan jalur pengalihan dari Jl. Prof Dr. Satrio menuju Simpang Semanggi.

Saran Untuk Pengguna Jalan

Bagi yang biasa melewati Jalan Jenderal Sudirman mengarah ke Blok M, nampaknya harus lebih bersabar lagi. Termasuk juga pengguna Transjakarta, karena jalurnya dapat dipakai oleh kendaraan lain (mixed use) sehingga alur perjalanan bus menjadi tersendat. Harap luangkan waktu lebih banyak jika berencana melewati jalan ini di tanggal tersebut.

Baca Juga Artikel Berikut!  [FOTO] Bertualang Di 'Little Tokyo' Ennichisai 2018

Aktivitas ini dilakukan untuk menghadirkan MRT Jakarta yang merupakan terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan, seiring dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Sekitar 50 hari menjelang operasi komersial, perkembangan konstruksi MRT Jakarta terus mengalami peningkatan. Per 25 Desember 2018 Mencapai 98.10%. Dengan rincian jalur layang dan depo (Paket pengerjaan CP-101 sampai dengan CP-103) sebesar 97.80%, serta jalur bawah tanah (Paket pekerjaan CP-104 sampai dengan CP-106) sebesar 98.41%). Sisa 1.90% merupakan penyelesaian akhir berupa penyempurnaan detail interior stasiun.