Melihat Kondisi Terbaru Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas

Menjadi stasiun terdalam di Indonesia sampai saat ini, bagaimana isi dari Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas? Simak dalam artikel berikut!

134
Ponimu Nawala Karsa Promo

JAKARTA – Stasiun Dukuh Atas merupakan stasiun ke-12 di sepanjang Koridor I Fase I MRT Jakarta. Stasiun ini sampai saat ini merupakan stasiun terdalam se-Indonesia (24 meter di bawah permukaan tanah), karena harus menyebrang via bawah Kanal Banjir Barat di sebelah selatan stasiun.

Karena dalamnya ini, maka Stasiun Dukuh Atas merupakan satu-satunya stasiun bawah tanah di Fase I koridor I MRT Jakarta yang memiliki 3 lantai, yakni lantai B1 (Concourse), B2 (area teknis, tidak untuk penumpang), dan B3 (Peron stasiun). Stasiun yang masuk ke dalam paket konstruksi MRT Jakarta CP106 ini memiliki 5 entrance yang terdiri dari 2 entrance di sisi barat dan 3 entrance di sisi timur, ditambah ada masing-masing 1 elevator/lift di tiap sisi jalan.

Melihat Kondisi Terbaru Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas
Tangga akses dari Permukaan menuju lantai B1 (Concourse) Stasiun MRT Jakarta. Di sebelah kanan foto, nantinya akan dipasang eskalator pada ruang tersebut.

Stasiun ini juga masuk ke dalam rencana Kawasan Transit Terpadu / Kawasan Berorientasi Transit (Transit Oriented Development, TOD) Dukuh Atas. Stasiun ini terhubung dengan moda transportasi massal lainnya, di antaranya Transjakarta, Commuter Line, Kereta Bandara, dan Nantinya juga ada LRT (Light Rail Transit), baik LRT Jakarta (Jakpro) maupun LRT Jabodebek (Adhi / KAI).

Lantai B1 – Concourse

Turun ke lantai B1 (Concourse), calon penumpang akan langsung melihat fasilitas stasiun, seperti:

  • Loket stasiun,
  • Mesin tiket otomatis,
  • Pusat layanan informasi,
  • Gerbang tiket elektronik, dan
  • Tenant-tenant yang nantinya akan mengisi stasiun Dukuh Atas ini.
Baca Juga Artikel Berikut!  Halte Transjakarta Bank Indonesia Kini Lebih Mudah Diakses

Secara umum, lantai B1 (Concourse) ini terbagi ke dalam 3 bagian, yakni:

  • Area tak berbayar utara (North paid area)
  • Area berbayar (paid area)
  • Area tak berbayar selatan (South paid area)

Melihat Kondisi Terbaru Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas

Area Tak Berbayar adalah tempat yang tak mengharuskan calon pengunjung melakukan tap in untuk masuk ke tempat tersebut. Area Berbayar sendiri adalah tempat yang mengharuskan pengunjung untuk melakukan tap in untuk masuk ke tempat tersebut. Area berbayar dan area tak berbayar dibatasi oleh gerbang tiket elektronik.

Setelah masuk ke area berbayar, penumpang dapat menemui akses menuju peron stasiun. Terdapat 3 akses menuju peron, tangga & eskalator di sisi utara, lift di tengah, serta tangga & eskalator di sisi selatan. Ketiga akses tersebut mengubungkan lantai B1, B2, dan B3, namun penumpang hanya bisa mengakes lantai B1 & B3, karena lantai B2 dikhususkan untuk petugas MRT Jakarta. Lalu, di lantai B1 ini juga terdapat fasilitas musala dan toilet, namun saat kunjungan ini fasilitas tersebut sedang dalam pengerjaan.

Baca Juga Artikel Berikut!  MRT Jakarta Selenggarakan Pameran Sayembara Rancangan TOD Dukuh Atas

Lantai B3 – Peron Stasiun

Turun ke lantai B3 (peron), penumpang bisa melihat papan sistem informasi penumpang berupa jadwal kedatangan kereta. Juga terdapat jam analog di tengahnya untuk mengetahui waktu.

Stasiun Dukuh Atas memiliki dua jalur, jalur 1 mengarah ke Selatan (Lebak Bulus), sedangkan Jalur 2 mengarah ke Utara (dalam Fase I, sampai Bundaran HI). Peron stasiun juga dilengkapi dengan pintu tepi peron (Platform Screen Doors / PSD). PSD yang digunakan bertipe full-height, artinya seluruh sisi dilindungi oleh PSD. Selain itu, telah terpasang juga tombol darurat (SOS) jika terjadi sesuatu yang membahayakan, yang dilengkapi pula dengan interkom.

Kemudian, penempatan lift di tengah juga ditujukan untuk memudahkan penumpang berkursi roda. Pasalnya area kursi roda (wheelchair space) di kereta MRT Jakarta berada di tengah rangkaian (kereta nomor 3 dan 4, dari total 6 kereta). Saat kunjungan ini, belum terpasang fasilitas tempat duduk atau tempat bersandar untuk menunggu kereta yang datang.

Perkembangan Konstruksi MRT Jakarta

Sampai 25 November 2018, perkembangan konstruksi MRT Jakarta Mencapai 97.52%. Dengan rincian jalur layang dan depo (Paket pengerjaan CP-101 sampai dengan CP-103) sebesar 96,90%, serta jalur bawah tanah (Paket pekerjaan CP-104 sampai dengan CP-106) sebesar 98,15%). Sisa 2,48% merupakan penyelesaian akhir berupa penyempurnaan detail interior stasiun.

Penasaran seperti apa wujud nyata Stasiun MRT dan Kereta MRT Jakarta? Nantikan Maret 2019!