Tampilan Situs Layanan Streaming Ponimu Indonesia (2018)
Ponimu Nawala Karsa Promo

Tahun 2018 ini, ada sebuah Layanan Streaming baru yang akan hadir di Indonesia. Tetapi, ini bukan sembarang Layanan Streaming biasa lho! Pasalnya ini adalah sebuah Layanan Streaming Anime. Kalian tidak salah lihat, karena faktanya, Ponimu Indonesia akan segera hadir di Internet! Seperti apa ya Ponimu itu?

Layanan streaming ‘legal’ saat ini sudah mulai diminati oleh banyak khalayak, mulai dari anak muda hingga orang tua sekaligus. Ada yang menyediakan layanan streaming lagu, film barat, bahkan animasi. Namun, layanan streaming animasi sangat sekali jarang.

Dan jika kita melirik Indonesia, negara dimana Anime bajakan saja bisa kita beli di trotoar Stasiun Jatinegara atau di unduh lewat situs-situs tertentu, layanan streaming tersebut bisa saja keok melawan penjualan ilegal tersebut.

Akan tetapi, apa kalian pernah membayangkan ada Anime yang bisa kalian saksikan secara simulcast dengan subtitle bahasa Indonesia yang langsung tersedia tanpa menunggu translasi dari fansub? Dengan forum komunitas yang disediakan dan punya sistem Pembayaran yang gampang? Oh, satu lagi, layanan streaming ini punya Age Restriction loh! Dan semua itu akan direalisasikan oleh Ponimu, sebuah Layanan Streaming Anime legal yang akan segera hadir di Internet Indonesia!

Pengenalan

Ponimu, merupakan sebuah situs layanan streaming yang khusus menyediakan Anime di Indonesia. Ponimu sendiri hadir karena sangat memprihatinkannya para penyuka anime yang hingga kini belum bisa mengakses konten anime yang legal.

Booth Ponimu Indonesia di CSF 2018 (12/5)

Ponimu sendiri menjanjikan beberapa fitur menarik didalam situsnya, seperti :

  • Penayangan secara Simulcast
  • Penyediaan Video yang kualitas yang berbeda-beda (utamanya untuk menghemat kuota)
  • Penyediaan subtitle Bahasa Indonesia yang berkualitas tinggi
  • Memiliki pengontrolan konten berdasarkan usia pengguna
  • dan Forum diskusi antar Pengguna

Interview

Saya berkesempatan untuk mewawancarai Marco Armando selaku Founder dan President Director dari Ponimu Indonesia di Creator Super Fest 2018 lalu. Interview ini sebelumnya sudah kami tampilkan dalam Podcast kami, anda bisa dengarkan langsung di iTunes atau mendengarkannya disini.

Naufal : Bagaimana awalnya Ponimu ini berdiri?
Marco  : Ponimu ini sebetulnya berdiri officialy – secara resminya baru berdiri tahun ini, cuma idenya itu sudah ada dari tahun lalu. Jadi saya dulu sempat [tinggal] di Jepang, sempat kerja di Industri Animasi juga, dan saya melihat peluang disini bahwa Demand dan Pasar Anime di Indonesia itu besar sekali. Namun belum ada wadah yang bisa memfasilitasi pasar di Indonesia untuk bisa menonton Anime secara Legal, menonton Anime dengan nyaman, dan termasuk untuk mengembangkan Industri Animasi lokal itu sendiri. Maka dari itu, kita mencoba membuat suatu pondasi dengan menciptakan Ponimu. Supaya nantinya, jika industri animasi lokal sudah berkembang, kita sudah punya pondasi dan wadah yang kuat untuk bisa menyebarkan Karya-Karya Lokal – Animasi di Indonesia.

Naufal : Seperti yang kita ketahui, pangsa pasar di Indonesia ini masih tergolong baru untuk sistem berbayar. Masih banyak warganet yang masih memilih bajakan ketimbang legal, bagaimana pendapat anda?
Marco  : Kita tidak bisa menyalahkan bajakan sepenuhnya. Kita tidak boleh naif bahwa sebenarnya masih banyak sekali yang menonton [dengan] bajakan, dan itu memang harus dilakukan untuk menikmati semua anime yang ada di pasaran. Salah satu utamanya karena Eksklusifitas, anggaplah ada Anime A dan Anime B yang diambil oleh Platform A dan Platform B. Jadi kita harus langganan kedua Platform tersebut untuk menikmati anime tersebut. Nah user  tidak bisa dipaksakan untuk berlangganan di kedua tempat. Di sisi lain, kita tidak boleh menonton bajakan terus-terusan, bukan karena masalah moral, tapi karena masalah pendataan pangsa pasar di Indonesia.

Baca Juga Artikel Berikut!  Jelang Asian Games, SCTV-Indosiar Uji Coba Siaran HD

Misalkan seperti ini, pasar di Indonesia menikmati Anime bergenre Fantasy atau Isekai, lalu pasar meminta Lisensor Jepang untuk memutarkan Anime bertemakan Fantasy  tetapi ketika pasar di Indonesia menonton Anime bajakan semua,  lisensor tidak punya data yang pasti apakah benar pasar di Indonesia ini menyukai Anime bertema Fantasy? Karena datanya tersebar di situs penyedia Anime bajakan. Jadi intinya bukan masalah moral, kalau masalah moral kita tidak bisa naif, kita butuh bajakan, tetapi kita semua tetap butuh Platform yang Legal agar mendapatkan data-data pasar demi masa depan Indonesia sendiri dan juga kepercayaan dari Lisensor di Jepang itu sendiri.

Naufal : Dalam membentuk Ponimu ini, anda merangkul siapa saja?
Marco  : Dalam segi merangkul, yang pasti sudah ada beberapa Lisensor dari Jepang yang sudah punya koneksi dengan Ponimu lalu kami rangkul dan kita juga akan mencoba membangun hubungan dengan lisensor-lisensor yang lain pula. Namun yang lebih penting adalah mendapatkan konten dari lisensor yang sudah kami rangkul terlebih dahulu, itu penting sekali, sekali tembus satu [Lisensor] maka yang lainnya pasti akan tembus biarpun ada beberapa lisensor yang sudah besar, jadi Ponimu masih kesulitan untuk mendapatkan lisensinya.

Naufal : Ponimu inikan sistemnya Simulcast ya, berarti saat setelah tayang di Jepang langsung di rilis disinikan? Dan bagaimana Simulcast ini bisa menyediakan Subtitle Bahasa Indonesia dengan cepat? Oh ya, bisa mas jelaskan juga tentang Age Restriction ini?
Marco  : Untuk Simulcast itu sendiri, itu kita bisa tayangkan pada hari yang sama dengan jeda beberapa jam. Jeda beberapa jam itu bukan karena pengerjaan Subtitle, karena pada dasarnya Anime tersebut sudah siap jauh-jauh hari sebelum jadwal penayangan, jadi ketika kita sudah melakukan kesepakatan dengan Lisensor Jepang, otomatis kita sudah mendapatkan konten Anime tersebut sebelum tanggal penayangan tetapi kita tidak bisa menerbitkannya sebelum waktu penayangan di Jepang.

Jadi, tidak bisa persis di jam yang di Jepang, pasti akan ada beberapa jam agar dapat memastikan penayangan di Jepang sudah lancar. Jangan sampai saat kita tayangkan Anime jam 7 malam waktu Indonesia dan di Jepang jam 11, malah ada masalah di Jepang dan kita keburu menayangkan itu akan jadi kacau. Jadi kita harus menunggu sinyal ‘oke’ dari Jepang dulu, itulah yang membuat adanya Jeda.

Dan untuk Age Restriction, contohnya seperti ini, misalnya ada user berusia 15 tahun, ketika ada Anime dengan Rating semisal 18 tahun keatas nanti user tersebut tidak bisa mengaksesnya. User bisa aja selalu bohong tetapi itu diluar tanggung jawab dari kita sendiri.

Naufal : Tapi semisalkan ada orang tua user tersebut protes, nanti bagaimana respon dari Ponimu?
Marco  : Misalkan ada orang tua user yang protes, kita tentu akan meng-follow up. Ketika orang tua tersebut ingin akun user tersebut dihapuskan kita harus menuruti hal tersebut. Tapi otomatis kita harus melihat respon orang tuanya, apa mereka ingin mendidik anaknya atau langsung meminta hapus akunnya.

Baca Juga Artikel Berikut!  Sambut Asian Para Games 2018, Transjakarta Sediakan Bus Ramah Disabilitas

Naufal : Sudah seberapa jauh jangkauan Ponimu kepada Warganet Indonesia?
Marco  : Jangkauan menurut saya sih masih kecil, kita hanya mengincar komunitas-komunitas yang sudah ada saja. Kalau dilihat dari following Facebook juga masih 2.000-an, CSF Challange juga baru 2.000-an jadi belum bisa dibilang banyak. Dan kita memang tidak mengincar terlalu banyak penyebaran dulu di awal-awal karena kita belum launching juga, kita tidak mau memberikan harapan terlalu besar maupun harapan palsu, kita transparan apa adanya. Jangan sampai kita overhype tapi mengecewakan pasar di Indonesia.

Naufal : Sudahkan Ponimu ber-partner dengan media massa untuk mempublikasikan tentang Ponimu ini?
Marco  : Untuk media sendiri kita belum ada kerjasama resmi dengan media apapun.

Naufal : Saya tertarik dengan ‘karakter’ di Ponimu ini mas. Banyak yang bilang Ponimu ini mirip dengan ‘merk’ disebelah, pendapat mas?
Marco  : Memang ada yang bilang mirip – Memang mirip juga sih, tapi itu murni kebetulan karena kita tidak ada maksud untuk meniru ya. Kita Cuma pengen ada maskot dengan binatang khas Jepang, lalu dibuat secara menarik dan selucu mungkin. Maka dibuatlah maskot Ponimu tersebut.

Naufal : Untuk nama Maskotnya sendiri?
Marco  : Sudah dirundingkan, namanya Mumu.

Naufal : Terbesit di pikiran saya, sistem keamanan di Ponimu ini seperti apa? Karena seperti yang kita tahu, ada banyak sekali konten [layanan streaming] legal yang disebar secara ilegal oleh orang-orang tak bertanggung jawab.
Marco : Kalau kita bicara soal Internet, pengamanan tuh Cuma ada satu sebetulnya. Enkripsi. Tinggal masalah enkripsinya bobol atau tidak? Kalau misalnya encryption key-nya terbobol, semua website bahkan Facebook sekalipun misalnya, akan terkena hack.

Kita sudah mencoba berbagai macam security, termasuk double-encryption segala macem, diharapkan tidak ada kejadian yang ‘aneh-aneh’ tapi kalaupun ada yang menyerang server Ponimu itu diluar kehendak kita, kita hanya memperkuat sistem yang ada.

Naufal : Banyak yang belum tahu Ponimu akan pakai sistem pembayaran apa, bisa mas beritahukan?

Marco : Pertama, Ponimu ini akan pakai sistem pembayaran Prabayar jadi tidak auto-renewal  dengan kartu kredit seperti itu. Kemudian untuk metodenya sendiri, kita tahu bahwa masyarakat Indonesia banyak yang tidak punya Kartu Kredit – Kartu ATM (Debit) bahkan tidak punya, jadi kita mencoba menggandeng satu payment gateway terbesar di Indonesia, akan ada berbagai macam metode pembayaran mulai dari Transfer Bank, Kartu Kredit, Mobile Banking, Pembayaran di Alfamart-Indomart, dan lain-lain.

Naufal :  Apakah Ponimu punya rencana untuk menggandeng artis lokal atau luar negeri untuk menjadi Brand Ambassador di Ponimu?

Marco : Untuk sekarang belum ada rencana, tapi untuk promosi kita memang ada rencana untuk menggandeng cosplayer di Indonesia.

Akhirnya wawancara tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih dari saya selaku pewawancara kepada mas Marco, saya mendapatkan satu pin Ponimu yang sangat lucu. Pin tersebut memang dibagikan kepada khalayak umum yang datang ke booth tersebut.

Apakah kalian salah satu dari yang mengikuti challange Ponimu di CSF? Yuk cek E-Mail kamu, siapa tahu ada ‘hadiah’ dari Ponimu!

Leave a Reply