Madiun – PT. Industri Kereta Api (INKA) menyatakan trainset untuk LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) saat ini pengerjaannya sudah mencapai 15 persen. Dari sisi fabrikasi, sudah ada 48 kereta yang selesai dikerjakan. Sedangkan dari sisi finishing, sudah ada 24 kereta yang selesai dikerjakan. Finishing sendiri meliputi pemasangan interior, kelistrikan, pengereman, dan persinyalan.

PT. INKA juga menyatakan pada bulan Maret 2019 akan masuk tahap pengetesan. Dan pada bulan Juni 2019, sebanyak 4 trainset atau 24 kereta akan dikirim ke Jakarta, dengan formasi 1 trainset LRT terdiri dari 6 kereta (6 SF). Untuk menunjang operasional LRT Jabodebek, PT. INKA harus menyediakan 31 trainset yang terdiri dari 186 kereta. PT. INKA menargetkan, pengerjaan fisik 31 trainset tersebut akan rampung pada bulan Oktober 2019. Setelah proses pengerjaan di area produksi selesai, PT. INKA akan melakukan uji statik internal pabrikan sebagai dasar atau parameter pengujian sebelum kereta dikirim ke lokasi untuk pengujian lanjutan.

Sebelumnya, PT. INKA juga sudah memproduksi sebanyak 8 trainset untuk LRT Palembang. Namun, meskipun sama – sama produk PT. INKA, LRT Palembang & LRT Jabodebek memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut diantaranya adalah ukuran bogie. Ukuran bogie sendiri mengacu pada lebar rel yang digunakan. Lebar rel yang digunakan pada LRT Palembang adalah 1067 mm yang merupakan kategori rel sempit, lebar rel 1067 mm sama seperti lebar rel kereta api yang digunakan di Pulau Jawa & Pulau Sumatera. Sedangkan lebar rel yang digunakan pada LRT Jabodebek adalah 1435 mm yang merupakan kategori rel standar, lebar rel 1435 mm merupakan lebar rel standar yang digunakan oleh perkeretaapian di seluruh dunia. Perbedaan kedua antara LRT Palembang & LRT Jabodebek yaitu pada jumlah kereta. Satu trainset LRT Palembang terdiri dari 3 kereta (3 SF), sedangkan satu trainset LRT Jabodebek terdiri dari 6 kereta (6 SF).

Baca Juga Artikel Berikut!  Ponimu Akan Tayangkan Canaan, Tari Tari, dan Higashi no Eden Movie Mulai 17 September

LRT Jabodebek merupakan salah satu proyek strategis pemerintah dalam rangka memberikan kemudahan dan kecepatan transportasi pada masyarakat. Proyek LRT Jabodebek dimulai pada tahun 2015, dan ditargetkan selesai pada tahun 2021, molor dari rencana awal yang seharusnya ditargetkan beroperasi pada tahun 2019. Hal ini disebabkan karena masalah lahan yang akan digunakan sebagai Dipo LRT di Bekasi Timur dan penetapan lokasi Stasiun LRT Dukuh Atas. LRT Jabodebek nantinya akan dioperatori oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi LRT Jabodebek.