Penggerebekan Teroris di Tangerang (Warta Kota/Tribun Jateng)

Pasca aksi teror yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo (13/5) serta Riau (16/5), POLRI semakin gencar melakukan tindakan represif atas “sel tidur” teroris yang masih berkembang di Indonesia.

Seperti yang terjadi pada Rabu (16/5) siang, Detasemen Khusus 88 melakukan penggerebekan terhadap tiga terduga teroris di lokasi padat penduduk di Kunciran, Tangerang.

Dilansir Kumparan, penangkapan terhadap tiga terduga teroris yang terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan terjadi pukul 11.30 WIB. Dilaporkan juga, ketiganya sudah mengontrak rumah di lokasi selama enam bulan, sebagai tukang jahit.

Penggerebekan terjadi terhadap terduga teroris di Kunciran, Kota Tangerang Rabu (16/5). (Warta Kota/Tribun Jateng)

 

Sementara laporan Taufik Ridwan pada situs Antaranews, terduga teroris yang ditangkap diduga berperan mengumpulkan dana untuk jaringan teroris dan pelatihan semi militer di Sukabumi, Jawa Barat untuk mempersiapkan kelompok JAD Jabodetabeka di bawah pimpinan KOS dan DS. Kelompok ini diduga merencanakan aksi teror dengan senjata tajam, panah yang dilengkapi bom serta pisau komando yang dilakukan terhadap beberapa pos dan kantor polisi di Bogor, Bandung, dan Jakarta. Tidak hanya di pos dan kantor polisi saja, mereka juga diduga merencanakan aksi teror di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Saat ini kawasan sekitar TKP sudah disterilkan. Berdasarkan laporan Indra Maulana untuk CNN Indonesia, sejumlah polisi dan anggota Densus masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi penggerebekan.

Densus 88 Menangkap 2 Terduga dan 1 Saksi di Kunciran

Berdasarkan pantauan reporter Nawala Karsa, Gilang Ramadhan yang telah mengunjungi TKP, Terduga teroris yang ditangkap di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang tersebut adalah Choir (M. Choir). Seorang pemilik usaha konveksi kecil yang baru hidup bersama istri dan seorang karyawan (Ghofur) yang juga ditangkap di TKP setelah tinggal hampir 1 tahun.

Berdasarkan wawancara reporter dengan beragam saksi mata, Choir yang dikenal ramah tetangga dan rajin ibadah itu disergap oleh Densus 88 pukul 11.30 siang lalu disaat akan membuang sampah. Yang mana aktivitas tersebut dicurigai Densus 88 seperti membuang bom.

Menurut Khoida (Mpok Idah), Aktivitas penyergapan tersebut terjadi di kala sedang menutup dagangan. Bersamaan dengan aktivitas sterilisasi saat penangkapan sejauh 500 meter, Khoida juga mendengar tembakan peringatan. Tidak ada perlawanan atas aktivitas sergap tersebut.

Penulis: Kevin Manoy, Chairul Amin
Editor: Chairul Amin

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA DISINI